MahkotaPay Hitung tarif
Tarif

Tarif per jam atau harga per proyek: mana yang cocok untuk jasa Anda?

Membandingkan dua cara menagih klien luar negeri dengan contoh hitungan dolar dan rupiah, termasuk ketika proyek molor.

Diperbarui 28 September 2026Redaksi MahkotaPay
Pekerja muda bertopi hoodie mengetik di laptop pada meja kayu, dilihat dari atas
Mencatat jam kerja membantu menentukan model harga yang tepat.

Dua model harga, dua jenis risiko

Tarif per jam memindahkan risiko waktu ke klien: jika pekerjaan ternyata lebih lama, klien membayar lebih. Harga per proyek memindahkan risiko itu ke Anda: jika pekerjaan molor, bayaran tetap sama. Sebaliknya, harga per proyek memberi Anda keuntungan jika bekerja lebih cepat dari perkiraan.

Tidak ada model yang selalu lebih baik. Yang menentukan adalah seberapa jelas ruang lingkup pekerjaan, seberapa sering klien meminta perubahan, dan seberapa akurat Anda memperkirakan waktu.

Simulasi: proyek yang sama, tiga kemungkinan hasil

Misalkan Anda memperkirakan sebuah situs profil perusahaan butuh 12 jam. Tarif per jam Anda US$20, jadi harga tetap yang wajar adalah US$300 (sedikit di atas 12 × 20 sebagai bantalan).

Simulasi proyek situs web kecil: per jam vs harga tetap US$300
SkenarioJam aktualDibayar per jam (US$20)Dibayar harga tetapNilai per jam dari harga tetap
Lancar10US$200US$300US$30
Sesuai perkiraan12US$240US$300US$25
Molor karena revisi18US$360US$300US$16,67

Pada skenario lancar, harga tetap memberi nilai US$30 per jam, lebih tinggi dari tarif biasa. Pada skenario molor, nilainya turun menjadi sekitar US$16,67 per jam. Dalam rupiah, selisih antara dua ujung itu terasa: Rp537.420 per jam dibanding Rp298.566,67 per jam dengan kurs referensi 25 September 2026.

Kapan tarif per jam lebih aman

  • Pekerjaan berkelanjutan tanpa titik selesai yang jelas, misalnya dukungan teknis atau pengelolaan media sosial.
  • Klien belum tahu persis apa yang mereka inginkan dan masih akan banyak berdiskusi.
  • Anda baru di bidang itu dan belum punya data berapa lama tugas serupa biasanya selesai.
  • Proyek riset atau perbaikan sistem lama yang penuh kejutan.

Kuncinya adalah pencatatan waktu yang rapi. Kirim ringkasan jam secara berkala agar klien tidak kaget saat invoice datang. Format invoice yang memuat rincian jam dibahas di panduan membuat invoice dolar.

Kapan harga per proyek lebih menguntungkan

  • Hasil akhirnya bisa didefinisikan dengan jelas: lima ilustrasi, satu logo dengan tiga alternatif, sepuluh artikel 800 kata.
  • Anda sudah sering mengerjakan hal serupa dan tahu waktu rata-ratanya.
  • Klien lebih nyaman dengan anggaran pasti, misalnya perusahaan kecil yang harus mengajukan dana ke atasan.
  • Anda bekerja cepat karena punya templat atau alur kerja sendiri.

Harga per proyek wajib disertai batas revisi dan daftar hal yang tidak termasuk. Tanpa batas itu, skenario “molor karena revisi” di tabel di atas akan menjadi kebiasaan. Tuliskan batas-batas ini di kontrak kerja jarak jauh.

Model campuran yang sering dipakai

Banyak pekerja lepas akhirnya memakai gabungan. Contohnya: harga tetap untuk paket inti, lalu tarif per jam untuk permintaan di luar paket. Ada juga model retainer, yakni klien membayar sejumlah jam per bulan di muka, dan jam yang tidak terpakai hangus atau boleh digeser ke bulan berikutnya sesuai kesepakatan.

Model retainer sangat membantu arus kas karena pemasukan dolar datang di tanggal yang bisa diperkirakan. Cara mengelolanya kami bahas di panduan arus kas saat kurs berubah.

Tanda bahaya saat klien meminta harga tetap

Tidak semua permintaan harga tetap patut diterima begitu saja. Waspadai situasi berikut, karena di sinilah proyek paling sering berubah menjadi kerja tanpa ujung:

  • Klien menjelaskan kebutuhan hanya dalam satu atau dua kalimat, lalu langsung bertanya “berapa totalnya?”.
  • Ada frasa seperti “nanti kita lihat sambil jalan” atau “revisi sampai puas”.
  • Klien menolak menuliskan daftar hasil kerja karena “sudah jelas”.
  • Tenggat sangat pendek, tetapi keputusan penting masih menunggu atasan klien.

Dalam kondisi seperti itu, tawarkan tahap pertama yang kecil dengan harga tetap, misalnya riset dan rancangan awal. Setelah tahap itu selesai dan kebutuhan lebih jelas, barulah susun harga untuk sisa pekerjaan. Cara ini memberi klien kepastian anggaran sekaligus melindungi Anda dari ruang lingkup yang terus melebar.

Satu kebiasaan kecil juga membantu: setiap kali klien meminta tambahan di tengah proyek, balas dengan konfirmasi tertulis yang menyebut apakah permintaan itu masuk paket atau dihitung terpisah. Catatan seperti ini membuat invoice akhir tidak mengejutkan siapa pun.

Rumus sederhana menyusun harga paket

Gunakan urutan ini: perkiraan jam × tarif per jam, lalu tambahkan bantalan 15–25% untuk komunikasi dan revisi, lalu bulatkan ke angka yang mudah diingat. Bantalan itu bukan keuntungan tambahan, melainkan pengakuan bahwa proyek hampir selalu memakan waktu lebih dari yang tertulis. Untuk memeriksa nilai rupiahnya, buka tabel US$30–99 atau hitung sendiri dengan kurs Rp17.914.

Lanjutkan membaca