MahkotaPay Hitung tarif
Kontrak

Kontrak kerja jarak jauh: poin yang melindungi freelancer

Apa saja yang perlu ditulis sebelum mulai bekerja untuk klien di negara lain, dari ruang lingkup sampai cara mengakhiri kerja sama.

Diperbarui 28 September 2026Redaksi MahkotaPay
Perempuan berblazer putih membaca dokumen di laptop sambil ditemani kopi, dilihat dari atas
Membaca kontrak dengan teliti sebelum mulai bekerja mencegah banyak salah paham.

Kenapa kontrak tertulis tetap perlu, walau proyeknya kecil

Bekerja jarak jauh berarti Anda dan klien mungkin tidak pernah bertemu, tinggal di zona waktu berbeda, dan tunduk pada hukum negara yang berbeda. Ketika terjadi salah paham, menagih lewat jalur hukum lintas negara jarang sepadan dengan nilai proyek. Karena itu fungsi utama kontrak bagi pekerja lepas bukan untuk menggugat, melainkan untuk mencegah perselisihan dengan membuat semua harapan tertulis sejak awal.

Kontrak tidak harus panjang. Dokumen dua halaman yang jelas lebih berguna daripada templat dua puluh halaman yang tidak dibaca siapa pun.

Ruang lingkup dan hasil kerja

Bagian ini paling sering menjadi sumber masalah. Tulis apa yang akan diserahkan, dalam format apa, dan berapa kali revisi termasuk harga. Tulis juga apa yang tidak termasuk. Contoh: “Desain untuk tampilan desktop dan seluler; tidak termasuk penulisan konten dan pemasangan di server.”

Untuk kerja per jam, tulis perkiraan jam per minggu dan batas atasnya. Klien merasa aman karena ada batas, Anda merasa aman karena ada dasar untuk meminta persetujuan bila pekerjaan melebihi perkiraan.

Pembayaran: mata uang, jadwal, dan biaya

  • Mata uang: tegaskan USD. Jika klien ingin membayar dengan mata uang lain, sepakati kurs mana yang dipakai.
  • Jadwal: uang muka (sering 30–50% untuk proyek baru), pembayaran per tahap, atau tagihan bulanan untuk kerja per jam.
  • Jatuh tempo: berapa hari setelah invoice diterima.
  • Biaya transfer: siapa yang menanggung, dan jalur pembayaran apa yang dipakai.
  • Keterlambatan: apa yang terjadi jika pembayaran terlambat, misalnya pekerjaan dihentikan sementara.

Uang muka sangat dianjurkan untuk klien baru. Selain melindungi Anda, uang muka menunjukkan bahwa klien serius. Detail jalur pembayaran dibahas di panduan memilih metode pembayaran, dan cara menyusun tagihannya di panduan invoice dolar.

Hak atas hasil kerja

Tentukan kapan hak atas hasil kerja berpindah ke klien. Pilihan yang umum dan adil adalah: hak berpindah setelah pembayaran lunas. Sebutkan juga apakah Anda boleh menampilkan karya itu di portofolio. Sebagian klien meminta kerahasiaan; itu wajar, tetapi sebaiknya disepakati di depan, bukan setelah proyek selesai.

Jika Anda memakai aset pihak ketiga seperti huruf, foto stok, atau pustaka kode, jelaskan lisensinya dan siapa yang membeli lisensi tersebut.

Komunikasi, zona waktu, dan status kerja

Tulis saluran komunikasi utama, jam Anda bisa dihubungi dalam zona waktu Indonesia, dan berapa lama waktu balas yang wajar. Hal ini terdengar sepele, tetapi banyak ketegangan berasal dari klien yang mengirim pesan pukul sembilan pagi waktu mereka dan mengharapkan jawaban saat Anda sedang tidur.

Tegaskan pula bahwa Anda bekerja sebagai kontraktor independen, bukan karyawan. Status ini memengaruhi cara klien mencatat pembayaran dan cara Anda mengurus pajak sendiri di Indonesia. Uraian pajaknya ada di panduan pajak dari klien luar negeri.

Penghentian kerja dan penyelesaian perselisihan

Sepakati cara mengakhiri kerja sama: pemberitahuan berapa hari sebelumnya, dan bagaimana pekerjaan yang sudah berjalan dibayar. Untuk perselisihan, klausul yang realistis bagi proyek kecil adalah musyawarah lewat email lebih dulu, lalu mediasi. Klien besar biasanya menentukan hukum negara mereka sebagai hukum yang berlaku; baca bagian itu dengan cermat sebelum menandatangani.

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 mewajibkan penggunaan bahasa Indonesia dalam perjanjian yang melibatkan pihak Indonesia. Dalam praktik, banyak kontrak internasional dibuat dalam dua bahasa. Untuk kontrak bernilai besar, mintalah pendapat ahli hukum.

Jika klien menyodorkan kontrak mereka sendiri

Perusahaan menengah dan besar biasanya punya templat kontrak kontraktor sendiri. Itu bukan masalah, tetapi bacalah dengan tenang, terutama bagian berikut:

  • Klausul nonkompetisi. Apakah Anda dilarang bekerja untuk perusahaan lain di bidang yang sama? Untuk berapa lama? Larangan yang terlalu luas bisa memotong sumber penghasilan Anda.
  • Ganti rugi (indemnity). Apakah Anda diminta menanggung kerugian klien tanpa batas? Mintalah batas yang wajar, misalnya sebesar nilai kontrak.
  • Jangka pembayaran. Beberapa perusahaan memakai jangka 30, 45, bahkan 60 hari setelah invoice. Pastikan arus kas Anda sanggup menunggu selama itu.
  • Kepemilikan alat dan karya sebelumnya. Pastikan templat, kode, atau aset yang sudah Anda miliki sebelum proyek tidak ikut berpindah kepemilikan.

Anda boleh mengusulkan perubahan. Kirim usulan secara singkat dan sopan, dengan alasan yang jelas. Klien yang profesional terbiasa dengan negosiasi semacam ini dan tidak akan menganggapnya sebagai sikap sulit.

Periksa sebelum menandatangani

  • Nama dan alamat kedua pihak sudah benar.
  • Ruang lingkup, jumlah revisi, dan hal yang tidak termasuk sudah tertulis.
  • Nilai, mata uang, jadwal bayar, dan biaya transfer jelas.
  • Ada ketentuan hak cipta dan portofolio.
  • Ada cara mengakhiri kerja sama.
  • Anda menyimpan salinan yang sudah ditandatangani kedua pihak.

Lanjutkan membaca