MahkotaPay Hitung tarif
Hitungan

Dari tagihan US$ ke rupiah bersih: menghitung penghasilan sebenarnya

Contoh lengkap bagaimana tagihan dolar menyusut di tiap tahap sebelum menjadi rupiah yang bisa dibelanjakan, dan cara menghitung tarif efektif.

Diperbarui 28 September 2026Redaksi MahkotaPay
Ponsel di atas meja menampilkan notifikasi hijau bertanda centang, di sampingnya buku catatan biru
Notifikasi dana masuk belum tentu menunjukkan angka yang bisa dibelanjakan.

Mengapa angka di rekening selalu lebih kecil

Saat klien setuju membayar US$1.200, mudah sekali langsung mengalikan dengan kurs hari ini dan membayangkan Rp21.496.800 masuk ke rekening. Kenyataannya, uang itu melewati beberapa titik potong. Masing-masing kecil, tetapi bila dijumlahkan bisa memakan porsi yang berarti.

Memahami urutan potongan ini penting untuk dua hal: menetapkan tarif yang realistis dan menyusun anggaran rupiah yang tidak meleset.

Urutan potongan dari invoice ke rekening

  1. Biaya platform atau layanan. Jika klien datang dari marketplace, platform memotong persentase tertentu dari nilai kontrak.
  2. Biaya kirim dan bank perantara. Pada transfer internasional, potongan bisa terjadi di bank pengirim, bank perantara, dan bank penerima.
  3. Selisih kurs konversi. Bank dan penyedia pembayaran mengonversi dengan kurs beli mereka, yang lebih rendah dari kurs tengah.
  4. Biaya penarikan. Beberapa dompet digital mengenakan biaya saat saldo ditarik ke rekening lokal.
  5. Pajak. Bukan potongan otomatis, tetapi kewajiban yang harus Anda sisihkan sendiri.

Contoh angka: tagihan US$1.200

Tabel berikut memakai persentase anggapan agar alurnya terlihat. Ganti dengan angka dari rincian transaksi Anda sendiri. Kurs dasar yang dipakai adalah kurs referensi 25 September 2026, Rp17.914 per dolar.

Contoh perjalanan tagihan US$1.200 sampai rupiah siap pakai (semua persentase ilustrasi)
TahapDolarRupiah
Nilai invoiceUS$1.200Rp21.496.800
Setelah biaya layanan platform 10%US$1.080Rp19.347.120
Setelah biaya transfer tetap US$15US$1.065Rp19.078.410
Setelah konversi dengan kurs 2% di bawah kurs tengah—Rp18.696.841,80
Disisihkan 10% untuk pajak—−Rp1.869.684,18
Rupiah siap pakai—Rp16.827.157,62

Dalam contoh ini, rupiah siap pakai hanya sekitar 78% dari nilai invoice bila dihitung dengan kurs tengah. Persentase sisihan pajak 10% juga hanya contoh; besarnya kewajiban Anda dihitung di panduan pajak dari klien luar negeri.

Menghitung tarif efektif per jam

Setelah tahu rupiah siap pakai, bagi dengan jam yang benar-benar Anda habiskan untuk proyek itu, termasuk rapat dan revisi. Jika proyek di atas memakan 45 jam, tarif efektifnya sekitar Rp373.936,84 per jam. Bandingkan dengan tarif minimum yang Anda susun di panduan menetapkan tarif. Jika tarif efektif lebih rendah, ada tiga tuas yang bisa digeser: harga, jumlah jam, atau jalur pembayaran.

Membaca rincian transaksi dengan benar

Setiap penyedia menampilkan rincian dengan cara berbeda, tetapi ada tiga angka yang selalu perlu Anda temukan: jumlah dolar yang dikirim klien, jumlah dolar yang tiba sebelum konversi, dan kurs yang dipakai saat konversi. Dengan tiga angka itu Anda bisa memisahkan biaya kirim dari biaya konversi.

Cara menghitung biaya konversi: bandingkan kurs yang dipakai penyedia dengan kurs referensi pada hari yang sama. Jika penyedia memakai kurs 2% di bawah kurs tengah, maka untuk setiap US$1.000 ada sekitar Rp358.280 yang hilang di tahap konversi saja, dihitung dengan kurs referensi saat ini. Angka ini sering tidak disebut sebagai “biaya” di aplikasi, padahal efeknya sama.

Simpan tangkapan layar atau unduhan rincian transaksi setiap kali dana masuk. Selain berguna untuk menghitung penghasilan bersih, rincian ini juga menjadi bukti pendukung dalam buku catatan penghasilan.

Jika dalam sebulan ada banyak klien

Pekerja lepas yang melayani beberapa klien sekaligus sebaiknya menghitung penghasilan bersih per klien, bukan hanya total bulanan. Klien yang membayar lewat jalur mahal atau sering meminta revisi tanpa bayaran bisa jadi menyumbang pemasukan kotor besar tetapi tarif efektif yang rendah. Sebaliknya, klien kecil yang membayar tepat waktu lewat jalur murah kadang justru paling menguntungkan.

Buat kolom tambahan di spreadsheet: rupiah bersih per klien dibagi jam kerja untuk klien itu. Dalam beberapa bulan, pola akan terlihat dan Anda punya dasar yang jelas untuk menaikkan tarif, mengganti jalur pembayaran, atau melepas klien yang tidak sepadan.

Cara mengurangi potongan tanpa merugikan klien

  • Gabungkan beberapa invoice kecil menjadi satu tagihan bulanan agar biaya tetap tidak berulang.
  • Tulis di kontrak siapa yang menanggung biaya kirim.
  • Bandingkan rupiah yang diterima dari dua jalur pembayaran untuk nominal yang sama.
  • Untuk klien langganan, tawarkan jalur yang biayanya lebih rendah bagi kedua pihak.

Detail perbandingan jalur ada di panduan memilih metode pembayaran. Untuk nominal kecil seperti 5 atau 10 dolar, lihat efek biaya tetap di tabel US$4–9.

Lanjutkan membaca